Pada saat anda tidak punya uang, lalu banyak tagihan datang ke rumah, dan pekerjaan sedang menumpuk, apa yang akan anda lakukan? Biasanya orang akan mengeluh. Memang wajar bila seseorang mengeluh karena stress berlebih. Jika orang tsb sudah mengeluh, dia akan melakukan sebuah protes langsung maupun tidak langsung pada Tuhannya, seperti,”Kenapa harus diberi cobaan seberat ini?” atau “Aku mau mati saja”. Tidak mesti seperti ini, karena setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mencurahkan masalahnya kepada Tuhan. Tetapi pada intinya sama, yaitu menyampaikan permohonan agar lepas dari masalahnya tsb.
Ada sebuah cerita yang mungkin cukup menarik, tetapi harap diingat ini cerita fiksi.
Ada seorang pengusaha yang setiap hari terus memantau perkembangan usahanya lewat indeks harga sahamnya. Hampir 15 jam sehari ia habiskan untuk bekerja, padahal ia bekerja selama seminggu tanpa hari libur. Komunikasi dengan keluarga menjadi agak terbengkalai karena tuntutan pekerjaan. Tetapi itu semua hampir sepadan dengan pendapatan reguler yang ia dapatkan setiap bulannya.
Suatu hari, indeks sahamnya ini merosot tajam hingga 400 %. Alhasil perusahaannya rugi besar. Walaupun dilakukan berbagai usaha untuk mendongkrak kembali indeksnya, tetap saja tidak kembali ke level semula. Karena itu, perusahaannya dinyatakan bangkrut.
Lalu pengusaha ini pulang ke rumahnya menggunakan taksi, karena kebetulan kendaraannya yang biasa sedang diservis di bengkel. Sepanjang perjalanan dia hanya bisa merenungi nasib perusahaannya dan karirnya, dan duduk lesu di bangku belakang. Lalu dia mampir ke warung di pinggir jalan untuk membeli air minum, untuk sedikit melegakan hatinya. Ia tidak menyadari bahwa perhentiannya untuk membeli air minum ini akan mengubah hidupnya.
Setelah membeli air minum, ia kembali ke dalam taksi dan mendapati sopir taksi tsb sedang melihat berbagai surat tagihan yang ditujukan pada sopir taksi. Di surat-surat itu ada tagihan listrik, telepon, rumah, serta biaya sekolah anaknya, yang kalau dijumlahkan tunggakannya mencapai 10 juta-an. Sopir taksi itu berkata, ”Ya beginilah kehidupan rakyat kecil pak. Gaji nggak seberapa tapi pengeluaran tambah terus. Mungkin memang sudah jatah saya untuk hidup seperti ini. Berbeda dengan Bapak.”. Mendengar hal itu, pengusaha ini pun langsung terhenyak. Di batinnya pengusaha itu berkata, ”Benar juga kata sopir taksi itu. Aku memang pengecut. Baru bangkrut saja sudah dikira kiamat. Padahal banyak yang lebih melarat dibanding aku. Apa hakku untuk protes pada Tuhan?”
Setelah kejadian itu, pengusaha ini mulai merintis usaha kecil-kecilan di rumahnya. Dengan bangkrutnya perusahaan, ia dapat mendekatkan diri pada keluarganya dan merintis usahanya dari nol lagi. Waktu terus berlalu, dan karena tidak memiliki hutang dan ekonominya relatif lancar, ia berani untuk menjajal usaha-usaha baru yang belum pernah dilakukannya. Hasilnya sukses besar. Ia pun menjadi orang kaya raya lagi, meskipun tidak sesukses perusahaannya yang dulu. Tetapi, dia tetap mensyukuri apa yang telah dimilikinya meskipun nantinya usaha barunya ini juga mendatangkan masalah baru yang lebih berat.
Apa inti dari cerita ini? Ini adalah pengembangan dari pepatah ‘Kegagalan adalah awal dari kesuksesan’. Tanpa kegagalan, orang tidak akan pernah sukses. Batu penghalang dan rintangan adalah suatu bentuk latihan dan ujian, yang akan digunakan untuk mengetes apakah anda berhak untuk mencapai kesuksesan. Thomas Alva Edison melakukan 600 eksperimen atau lebih hanya untuk mencari filamen yang tepat untuk membuat sebuah bola lampu sederhana. Jika anda ingin membuat sebuah roket, mungkin saja anda melakukan eksperimen hingga 1000 kali sampai akhirnya terbuat sebuah roket yang sempurna.
Tetaplah bersemangat dalam menggapai tujuan hidup anda, walau dalam keadaan apapun. Karena seburuk apapun keadaan anda, pasti ada seseorang yang lebih buruk keadaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar