Jumat, 20 Februari 2009

Mimpi : Bermanfaat atau Tidak?

Kita tentunya sering sekali memimpikan sesuatu, entah itu baik atau buruk. Pikiran kita biasanya malah langsung otomatis membayangkan sesuatu jika kita melihat sesuatu yang kita inginkan. Bahkan hampir setiap kali kita tertidur, kita akan memimpikan sesuatu. Mimpi ini tidak mungkin terhindarkan dari siapapun.
Melalui mimpi ini, orang akan membuat suatu imajinasi dimana dia memiliki sesuatu atau dapat melakukan sesuatu. Karena itu, mimpi dapat menjadi tempat ‘pelampiasan’, dimana setiap orang bisa melepaskan stress mereka dan membayangkan diri mereka dalam kondisi yang sangat menyenangkan. Hal-hal yang dirasa tidak mungkin terjadi bisa terjadi di mimpi.
Lalu apa sisi positif dan negatifnya? Sebenarnya ini tergantung dari si pemimpi. Bermimpi bisa menjadi sangat bermanfaat jika pemimpi MAU meraih mimpinya. Bisa diambil contoh seseorang dari Jerman. Sejak kekalahan Jerman di Perang Dunia I, orang ini mempunyai mimpi untuk mengembalikan kekuasaan Jerman, dan menaklukkan Eropa dan dunia nantinya. Ideologi-nya yang sangat khas dihormati oleh seluruh pasukan Jerman. Dia berhasil memulihkan kekuatan Jerman dan menghilangkan pengaruh-pengaruh dunia Barat. Bahkan dalam kepemimpinannya Jerman dapat menguasai sebagian besar Eropa sebelum dikalahkan Sekutu nantinya. Tentunya anda tahu siapa orang ini. Dari sebuah mimpi yang sulit sekali untuk diraih, dapat terjadi sebuah peristiwa yang dapat mengubah sejarah dunia untuk selama-lamanya. Dia adalah Adolf Hitler.
Dari kisah singkat Hitler ini, dapat disimpulkan beberapa faktor yang menentukan baik tidaknya mimpi anda:
1. Proses perwujudan mimpi
Dalam mewujudkan mimpi, ada orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Inilah yang seharusnya dipertimbangkan sebelum memulai meraihnya. Apakah yang kita lakukan ini merugikan orang lain? Atau malah akan lebih merugikan kita sendiri daripada menguntungkan? Dalam mewujudkan mimpi, anda memang harus memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang ada, tetapi jika risiko yang harus diambil tidak sebanding dengan yang akan anda dapatkan lebih baik cari jalan lain. Toh jalan menuju Roma tidak hanya satu.
2. Tingkatan mimpi
Jika kita bermimpi tentang memiliki uang, tentunya kita akan memimpikan kita memiliki miliaran atau triliunan rupiah, tidak hanya ratusan ribu saja. Inilah yang menyebabkan banyak orang tidak dapat mengembangkan usahanya, karena target yang dipatok terlalu rendah, terlalu realistis. Anda memang tidak mungkin bisa menjadi penguasa seluruh alam semesta, tetapi anda dapat menjadi seorang pemimpin kaliber internasional. Raihlah target tersebut walaupun kesempatannya hanya 0,1 %.
3. Kekuatan mental
Usaha anda, kalau tidak dibekali dengan kesungguhan hati dan kekuatan mental yang cukup, pasti akan mandek di tengah jalan. Ini mutlak harus dimiliki oleh semua orang. Tanpa kekuatan mental, anda dapat terjerumus ke dalam lubang keterpurukan. Karena itu, pasanglah target yang benar-benar sesuai dengan hati anda. Setelah itu, terus impikan hal tsb pada saat anda berusaha meraihnya. Ini dapat membantu memperkuat mental anda, karena ini akan menjadi tujuan akhir dari usaha anda.
Adalah salah jika kita tidak berusaha untuk meraih sebuah mimpi. Tetapi ada juga beberapa mimpi yang lebih baik tidak terwujud. Contohnya, ada sebuah pekerja yang berdoa dalam ibadahnya (diambil dari sebuah Powerpoint SlideShow):
Berikanlah aku kesabaran dalam menghadapi bosku yang mudah marah.
Berikanlah aku pemahaman untuk mengerti alasan kolotnya bosku.
Tetapi Tuhan, jangan beri aku kekuatan.
Karena jika Engkau beri aku kekuatan, akan kuhancurkan kepalanya.
Mimpi seperti ini ditimbulkan karena rasa dendam atau sakit hati pada seseorang. Karena itu biasanya yang akan diharapkan adalah sesuatu yang buruk bagi orang tsb. Dalam hal ini anda bebas untuk memimpikan hal-hal aneh pada orang lain, yang penting mimpi itu tetap tinggal di hati anda, dan tidak dimunculkan dalam bentuk perbuatan yang riil. Jika bermimpi membuat anda tenang, silakan impikan apapun, selama mimpi itu tidak menguasai anda.
“Jika anda memimpikan sesuatu, anda sedang membuat draft kontrak dengan Tuhan.
Jika anda menginginkan sesuatu, anda sedang diberi klausul khusus dari Tuhan.
Jika anda mengusahakan sesuatu, Tuhan sudah menandatangani kontrak itu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar