Frase ‘Windows Genuine Advantage’ atau biasa disingkat WGA, adalah suatu fitur bawaan dari sistem operasi Windows XP, yang dimanfaatkan untuk mencegah pembajakan Windows. WGA ini akan mendeteksi keaslian dari Windows XP anda, dan akan mengirimkan data-data hasil deteksi itu ke Microsoft pada saat anda terhubung dengan internet. Windows XP yang asli nantinya akan dapat memperoleh perbaikan-perbaikan Windows (atau biasa disebut Update) dan memiliki izin resmi untuk mendownload berbagai software Microsoft yang disediakan di website downloadnya. Jika XP anda palsu, fitur update akan dinon-aktifkan dan akan muncul pesan ‘pengganggu’ di sudut layar monitor anda untuk segera membeli XP yang asli.
Sebenarnya kalau mau jujur, jika pemerintah mau bekerja sama dengan Microsoft dalam pemberantasan pembajakan Windows ini, dapat dipastikan ada ribuan atau bahkan puluhan ribu komputer yang akan terkena sanksi pembajakan ini. Pengguna Windows bajakan bahkan melebihi pengguna Windows asli. Tetapi hal ini dirasa wajar, karena daya beli rata-rata masyarakat Indonesia yang relatif rendah tentu akan lebih memilih produk bajakan yang lebih murah daripada yang asli. Sebagai perbandingan, Windows XP Professional dibanderol $ 140 atau sekitar Rp 1.652.000,-. Windows XP bajakan dapat diperoleh di rental CD seharga Rp 2.000,-. Jelas sekali yang mana pemenangnya.
Kita kembali lagi ke WGA. Penggunaan kata ‘Advantage’ disini tentu bukan sekedar tambahan atau pelengkap saja. Lewat ‘Advantage’, pihak Microsoft sebenarnya menghimbau dan mengajak pengguna komputer untuk selalu menggunakan software asli. Microsoft tidak menggunakan kata ‘Regulation’ atau ‘Warning’. Memang ada motif komersial, karena Windows adalah software berbayar. Tetapi sebenarnya hukuman yang mengancam pengguna Windows bajakan akan lebih mahal harganya dibanding harga Windows XP asli. Sanksi yang dijatuhkan kepada pemakai produk bajakan sekitar 1 milyar rupiah (menurut UU Hak Cipta). Ini lebih berat daripada hukuman sang pembajak yang ‘hanya’ sekitar 200 juta rupiah.
Sekarang WGA ini sudah tidak terlalu efektif, karena banyak pihak yang mendapatkan Windows asli lalu menyebarkan Windows-nya tersebut sehingga tetap tercatat sebagai asli. Ada juga yang memodifikasi registry Windows sehingga menon-aktifkan fungsi dari WGA. Masalah update sudah teratasi dengan tersedianya program Autopatcher yang tersedia di internet, yang tidak membutuhkan Windows asli untuk mendownloadnya. Bahkan tidak ada perbedaan sama sekali pada Windows bajakan dengan asli.
Untuk mereka yang tidak ingin dipusingkan dengan masalah hak cipta, ada solusi baru yaitu menggunakan sistem operasi gratis seperti Linux. Tetapi tentu saja banyak aplikasi Windows yang tidak sesuai dengan Linux ini, sehingga penggunanya relatif hanya programmer atau lembaga pendidikan. Instalasinya juga sedikit lebih rumit dibanding Windows.
Seperti yang sudah pernah saya tulis:
“Kalau anda ingin menendang bola, anda harus punya kaki”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar