Pada umumnya, semua orang yang hidup di dunia pasti pernah merasakan yang namanya sakit. Baik itu sakit karena sebuah penyakit atau karena rangsangan dari luar. Meskipun memang ada beberapa orang yang tidak pernah mengalami rasa sakit sepanjang hidupnya disebabkan oleh kelainan sistem saraf, sehingga otak dari orang tsb tidak bisa menerjemahkan rangsang rasa sakit.
Saya, baru-baru ini, terkena flu yang tak kunjung sembuh sejak 2 minggu terakhir. Meskipun hal ini terdengar sedikit tidak biasa, saya sebenarnya sudah terbiasa flu sejak kecil, sehingga tidak terlalu saya anggap serius. Mungkin ini berbeda dengan orang-orang lain.
Flu saya ini sebenarnya sudah seperti siklus bulanan, karena setiap 2 bulan pasti saya flu. Saya kadang protes pada Allah SWT, kenapa saya dibuat seolah rentan terhadap flu ini. Tetapi tentu saja tidak ada gunanya protes pada Allah, karena hal itu semua sudah ditetapkan dan ditentukan sejak saya belum diciptakan. Terpaksa saya harus memikirkan sendiri tujuan dari adanya “Never-Ending Flu” ini.
Pada saat saya memikirkan hal ini, ada sebuah fakta yang menarik dari saya. Flu selalu datang seminggu sebelum ulangan semester atau kenaikan kelas tiba. Flu juga datang pada saat menunggu pembagian rapot sekolah. Pada saat pulang dari les di bimbel, kadang saya juga bersin-bersin tanpa henti. Seolah-olah ada pola dan jadwal dari flu saya ini untuk keluar.
Lalu pemikiran tentang rangsang sakit yang tadi saya sebutkan keluar. Bagaimana jika flu ini hanya sebuah respon dari tubuh kerna sebuah rangsangan? Saya sering sekali melihat orang menggigil pada saat cuaca dingin.
Terus, apa bedanya flu saya dengan hal-hal tadi? Ternyata sama saja. Pasti lingkungan atau keadaan yang mempengaruhinya. Ini hanyalah respon tubuh manusia. Tubuh manusia yang sangat kompleks akan lebih mengerti alasan kenapa hal ini terjadi. Mungkin aktivitas yang kita kerjakan terlalu berat dan tidak diimbangi dengan istirahat, sehingga tubuh merasa harus memberi “peringatan” untuk kita agar segera berhenti dari apa yang kita kerjakan. Apa salahnya tubuh memberi peringatan sederhana ini? Kalau misalnya tidak ada peringatan, bisa saja tubuh itu mengalami kerusakan berat yang tidak bisa diperbaiki lagi.
Terkahir, saya akan selalu menuliskan kata-kata dari orang lain yang mungkin bisa menjadi kesimpulan dari cerita pendek tadi. Kali ini dari Albert Einstein, ilmuwan terkenal, yang mengatakan,“Tuhan tidak sedang bermain dadu.”.
Segala hal di dunia hal ini punya tujuan untuk diciptakan, SEMUANYA. Allah benar-benar menciptakan semuanya dengan detail, semuanya berhubungan, memiliki fungsi, tidak ada kontradiksi satu sama lain, dan yang paling penting, agar manusia mau menggunakan akal pikirannya yang sedikit untuk merumuskan sebuah kesimpulan:
Allah Maha Besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar