Baru-baru ini saya mendapat kritik dari seorang teman tentang tema blog ini yang selalu berhubungan dengan komputer. Karena itu di sini saya coba untuk sedikit beralih ‘haluan’ ke istilah-istilah lain.
Dalam peperangan, sering dikenal istilah “Counter Attack”, yang berarti langsung menyerang balik setelah kita diserang. “Retaliate” berarti membalas serangan yang pernah ditujukan pada kita. “Preemptive Strike” berarti menyerang lawan sebelum lawan menyerang kita. Lewat pengertian-pengertian ini, kita dapat mengetahui jenis serangan-serangan ini lewat waktu penyerangannya.
Counter Attack berarti langsung menyerang lawan sesudah diserang. Pada saat dilakukan Counter Attack, lawan masih mengalami kerusakan dan sedang memulihkan kekuatannya. Karena itu, serangan ini sangat efektif jika dapat dilaksanakan, mengingat keadaan lawan yang sedang ‘pincang’. Tetapi, dibutuhkan pertahanan yang sangat kuat pada saat menahan serangan lawan di awal peperangan, karena jika kita mengalami kekalahan pada saat diserang pertama kali, tentunya kita tidak bisa maju lagi.
Retaliate sebenarnya memiliki konsep yang hampir sama dengan Counter. Tetapi Retaliate sendiri sebenarnya berarti “membalas” sedang Counter berarti ‘menyerang balik’. Jadi retaliate dapat dianggap sebagai perang jilid 2, sedangkan counter adalah salah satu bagian dari taktik peperangan.
Kalau preemptive strike? Menyerang sebelum diserang. Ini adalah taktik yang digunakan Israel pada Perang Enam Hari melawan negara-negara Arab pada tahun 50-60an. Pada saat itu Israel menyerang Mesir pada saat Mesir menyatakan perang terhadap Israel. Perang yang berlangsung selama enam hari ini akhirnya dimenangkan pihak Israel. Ini juga merupakan taktik yang digunakan negara-negara maju sekarang. Biasanya dalam penggunaan taktik preemptive ini dilakukan beberapa taktik untuk melemahkan lawan, misalnya menggunakan bom dari pesawat, penggunaan bahan kimia, penyanderaan warga sipil, dsb.
Tiga taktik ini sebenarnya menunjukkan itikad atau niat dari pihak yang menyerang. Counter atau retaliate dilakukan dalam rangka pembalasan atau upaya merebut kembali apa yang dijajah oleh lawan. Preemptive dilakukan untuk menghindari peperangan di daerah sendiri, dan dalam waktu yang bersamaan dapat menghancurkan pihak yang berpotensi melakukan penyerangan. Berarti yang dapat disebut sebagai agresor dalam perang adalah yang melakukan preemptive, karena pihak yang melakukan counter atau retaliate hanya merupakan reaksi dan respon terhadap serangan yang diterima sebelumnya. Dapat disimpulkan sendiri siapa yang layak disebut sebagai ‘the bad guys’.
Terus apa yang bisa disimpulkan? Anda tentunya mengerti tentang konsep hukuman atau punishment. Dia akan mendapat ganjaran sesuai apa yang dilakukannya. Anda menyerang, harus siap untuk diserang. Anda diserang, anda mendapat hak untuk melakukan pembalasan.
“Siapa menanam, dia yang mengetam”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar